Empat Pembelian Paling Mahal Klub Serie-A Musim 2018/2019

Bursa transfer di Serie-A di awal musim 2018/2019, baru saja usai ditutup. Tidak seperti musim lalu, perpindahan pemain di Serie-A awal musim ini lebih ramai. Kebangkitan Serie-A mempengaruhi pembelian dan penjualan pemain diantara klub. Berikut ini ulasan empat pemain termahal yang dibeli oleh klub Serie-A.

Cristiano Ronaldo : 117 juta Euro

Pemain termahal yang dibeli oleh klub Serie-A musim ini adalah Cristiano Ronaldo. Pemain terbaik dunia lima kali ini, secara mengejutkan pindah dari Real Madrid usai meraih gelar ke-3 Liga Champions Eropa secara beruntun.

Indikasi bahwa Cristiano Ronaldo sudah tidak betah di Real Madrid yang sudah dibela sejak tahun 2009 lalu, membuat Juventus tertarik membeli sang megabintang. Setelah Piala Dunia 2018, akhirnya Cristiano Ronaldo memutuskan pindah ke Juventus dengan nilai 117 juta Euro. Pembelian termahal sepanjang sejarah klub di Serie-A.

Joao Cancelo : 40 juta Euro

Pemain termahal kedua yang dibeli di Serie-A juga kembali jatuh kembali ke pemain Portugal yaitu Joao Cancelo. Pemain yang berposisi defender ini, menjadi proyek baru Juventus dalam membangung tim. Angka pembelian 40 juta Euro menjadi normal karena usia sang pemain masih berusia 24 tahun. Kemungkinan pada musim baru nanti, Jaoa Cancelo akan menjadi ikon baru di lini belakang Juventus.

Douglas Costa : 40 Juta Euro

Juventus masih menjadi klub yang royal membeli pemain baru. Douglas Costa yang sudah membela Juventus sejak musim lalu, akhirnya dipermanenkan setelah dipinjam dari Bayern Munich. Kecepatan dalam menyisir sisi sayap, membuat Juventus merogoh kocek 40 juta Euro untuk memanenkan status di Allianz Arena.

Radja Nainggolan : 38 juta Euro

Kesuksesan Inter Milan menembus 4 besar klasemen musim lalu, membuat klub besutan Luciano Spelleti mendatangkan beberapa pemain baru dengan kualitas tinggi. Salah satunya adalah pembelian Radja Nainggolan dari AS Roma dengan harga 38 juta Euro. Pada musim baru nanti, Radja Nainggolan akan menjadi dirigen baru permainan Inter Milan dari lini tengah, sesuatu yang hilang di musim lalu