Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara resmi telah menyerahkan para atlet maupun official dari Indonesia yang akan segera bertanding dalam Asian Para Games 2018 di Kota Jakarta mendatang, sedangkan acara ini berjalan sukses di Istana Presiden | Jakarta Pusat.

“Kami semua akan segera memasuki pertandingan dan persaingan dengan semua negara di Asia melalui Asian Para Games 2018, sedangkan mereka adalah putra dan putri terbaik milik bangsa dan Saya serahkan supaya bisa bekerja keras dan berjuang untuk selalu berkontribusi bagi negara Indonesia,” ucap Jokowi pada hari Selasa (2/10/2018) dalam sambutan acara itu.

Bahkan, Jokowi percaya bahwa para atlet Indonesia mampu menyabet setiap keing medali supaya bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia sebagai tuan rumah untuk Asian Para Games 2018 nanti.

“Saya telah menjelaskan bahwa target untuk Indonesia harus menduduki posisi 8 besar, sedangkan meleset diluar harapan tidak masalah namun harus mengalami perkembangan bukan penurunan,” kata Jokowi.

Bagaimana tidak, Indonesia ikut serta dalam Asian Para Games 2018 dan diutus sebagai tuan rumah yang melibatkan sebanyak 296 atlet, 18 manager, 40 pelatih, 35 asisen pelatih serta 33 official dimana akan berada di bawah pimpinan NPC atau National Paralympic Committee Indonesia.

Indonesia adalah negara ketiga sebagai tuan rumah untuk Asian Para Games 2018 usai China (2010) dan Korea Selatan (2014) yang akan mempertandingkan 18 cabang olahraga dan diikuti sebanyak 3.000 atlet maupun official dari 43 negara peserta di seluruh benua Asia.

Kemudian, Jokowi juga menegaskan bahwa pemberian bonus untuk para atlet yang berprestasi dalam Asian Para Games 2018 memiliki jumlah yang sama dengan mereka dalam Asian Games 2018 lalu, serta berkesempatan untuk ambil bagian sebagai pegawai BUMN ataupun Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Saya juga sudah mengatakan bahwa masalah bonus memiliki jumlah yang sama, sedangkan mereka berhak untuk direkrut sebagai PNS atau BUMN. Lalu, apabila dananya sudah cair akan segera kami berikan secepat mungkin,” tutup Jokowi yang merupakan mantan Gubernur Provinsi DKI Jakarta.