Liverpool Masih Menjadi Pemimpin Liga Inggris

Liverpool masih menjadi tim pemimpin dalam klasemen sementara Liga Inggris musim 2018-2019 ini. Keberhasilan permainan Liverpool tentu didapatkan dari hasil apiknya penampilan para pemain hasil didikan Jurgen Klopp.

Liverpool memang seolah sedang berusaha mencapai posisi puncak dari laga yang sangat bergengsi ini. Sejak The Reds mengalahkan West Ham dengan skor yang cukup telak, yaitu 4-0, Liverpool seolah kian mendapatkan kekuatannya yang semakin menggurita. Gol yang amat cantik ini berhasil dilayangkan berkat pemain unggulan Moh. Salah, Daniel Sturridge, dan dua gol lainnya dicetak oleh orang yang sama yaitu si gesit Sadio Mane.

Musim bursa transfer ini memang membuat Liverpool menjadi tim raksasa di Liga Inggris. Dengan adanya Naby Keita yang tampil sangat mempesona di lini tengah, membuat tim ini seolah bagaikan penguasa di lapangan hijau. Tidak hanya dari lini tengah saja, kiper baru yang digunakan pun menunjukkan kebolehannya dalam mencegah lawan untuk membobol gawang. Adalah Alisson Becker, yang sudah berusaha sekuat tenaga meskipun sebenarnya dirinya kurang diuji karena penjagaan Liverpool begitu ketat hingga West Ham pun tak sempat menyapa Alisson di gawang yang dijaganya.

Posisi Liverpool kini sudah semakin unggul, dan dapat dikatakan setara dengan beberapa tim besar lainnya seperti Chelsea dan juga Manchester United serta Manchester City. Keempat klub ini seolah berada di tingkatan teratas untuk pertandingan Liga Inggris yang sedang berlangsung ini. Namun, tetap saja Liverpool berada di urutan teratas. Urutan untuk klasemennya sendiri adalah Liverpool di posisi nomor satu, dilanjutkan dengan Chelsea, kemudian disusul dengan AFC bournemouth, dan beberapa tim lain.

Jurgen Klopp memang sudah memasang sikap optimistis bahkan pada saat pramusim digelar. Sehingga, untuk menyambut Liga Inggris saja dirinya sudah begitu yakin dengan kemampuan para pemainnya. Terbukti dari pertandingan awal ketika melawan Torino pun Liverpool membobol gawang Torino sebanyak 3 kali dan tidak memberikan kesempatan bagi Torino untuk menyerang balik, hingga Torino pun hanya dapat mencetak skor sebanyak 1 gol saja.