Sejarah Piala Dunia 2018 menjadi salah satu sejarah yang akan diingat oleh publik Kroasia. Meski gagal menjadi juara, namun jalan berliku disertai semangat yang kuat membuat cerita Kroasia menjadi inspirasi bagi tim lainnya. Pemain yang selalu bekerja keras di lapangan dan para suporter yang tak henti mendukung Vatreni, membuat bangga meski tak membawa gelar juara.

Negara ini lolos ke partai final yaitu dengan cara melewati babak Play-off. Ya, dari semua peserta Piala Dunia, keberhasilan Kroasia ini merupakan yang kedua setelah Jerman juga melakukan hal yang sama di tahun 2002. Terseok-seok di grup kualifikasi Zona Eropa membuat Kroasia hanya menempati urutan kedua dibawah Islandia. Bahkan, federasi sudah memecat tiga pelatih selama fase kualifikasi. Zlatko Dalic yang kini menjadi salah satu pelatih yang disegani, baru melatih pada laga terakhir melawan Ukraina.

Masuk ke fase grup, Kroasia menempati grup yang sama dengan raksasa Benua Afrika, Nigeria , batu sandungan Kroasia di kualifikasi, Islandia , dan negara dengan salah satu pemain terbaik dunia, Argentina. Tetapi Kroasia melewati itu semua dengan menjadi pemuncak grup dengan 9 poin atau menyapu bersih dengan semua kemenangan. Laga melawan Argentina menjadi paling menarik mengingat mereka menghempaskan Lionel Messi dkk dengan skor telak 0-3.

Tiba di fase gugur, langkah Kroasia semakin berat. Melawan Denmark, Rusia, dan Inggris, ketiga laga itu diawali Kroasia dengan kebobolan terlebih dahulu. Tetapi mereka berhasil memaksa lawan bermain hingga 120 menit, khusus melawan Denmark dan Rusia harus dijalani hingga adu penalti. Ketenangan dan sedikit keberuntungan membawa manis di akhir laga bagi Kroasia.

Menghadapi Perancis, yang merupakan negara dengan satu gelar juara dunia dan finalis Piala Eropa dua tahun lalu, Luca Modric dan kawan-kawan tak sekalipun gentar. Mereka mendominasi bola sepanjang pertandingan dengan mencetak 61% penguasaan bola. Namun Dewi Fortuna kali ini tidak berpihak bagi Kroasia. Gol bunuh diri dan hadiah penalti untuk lawan membuat mereka kali ini harus takluk untuk pertama kalinya.

Kecewa tentu saja dirasakan semua publik Kroasia. Namun mereka juga patut berbangga atas apa yang dicapainya selama ini. Bagaimana perjuangan, semangat, dan kerja keras mereka selama ini sudah jauh melebihi apa yang sudah direncanakan. Penghormatan paling tinggi layak kita berikan pada Kroasia, mereka memang kalah namun menang dihati para pendukung Kroasia.