Suatu Penyesalan Terbesar Nikola Kalinic

Tak ada yang menyangka Kroasia akan melaju hingga babak Final Piala Dunia. Bahkan sebenarnya di fase kualifikasi Kroasia harus finish di posisi kedua dibawah Islandia dan harus melalui babak Play-off melawan Yunani. Di fase gugur Piala Dunia pun Kroasia dapat dibilang “beruntung”. Bagaimana tidak tiga laga fase gugur semuanya dilalui Kroasia dengan kebobolan terlebih dahulu dan harus dimenangkan setidaknya dalam 120 menit.

Dengan cara apapun itu, Kroasia tetaplah menjadi penantang bagi Perancis di Final Piala Dunia nanti. Kesuksesan ini tentu tidak terlepas dari kerja keras para pemainnya diatas lapangan. Menariknya Kroasia yang seharusnya membawa 23 pemain kini hanya tinggal 22 pemain saja. Pemain yang pergi tersebut yaitu striker AC Milan, Nikola Kalinic. Ya, mungkin ini sebuah penyesalan seorang pemain ketika melihat negaranya melaju hingga babak Final namun dirinya ‘dipulangkan’ terlebih dahulu.

Kejadian ini bermula pada laga perdana Kroasia menghadapi Nigeria di fase grup. Zlatko Dalic, pelatih Kroasia yang ingin memasukkan Kalinic untuk penyegaran formasi, namun saat itu waktu sudah menunjukkan menit ke-88. Kalinic menolak untuk dimainkan karena punggungnya masih terasa nyeri, tetapi hal itu diragukan oleh staff medis Kroasia yang menganggap Kalinic seharusnya baik-baik saja. Seusai laga, Dalic berujar bahwa Piala Dunia merupakan tempat bagi pemain-pemain yang fit, dan kemudian memulangkan Nikola Kalinic.

Dalic beranggapan bahwa Kalinic sudah sering mengatakan hal yang sama. “Hal yang sama (cedera punggung sebelumnya) terjadi di laga persahabatan lawan Brasil di Inggris, pun dengan sesi latihan pada hari Minggu.” ungkap Dalic. Atas dasar itu, Dalic memilih keputusan untuk memulangkan Kalinic.

Hal ini sebenarnya merupakan hal yang lumrah dalam Piala Dunia. Sama seperti Kalinic, pemain yang biasanya berselisih dengan pelatih akan dipulangkan lebih cepat oleh pelatih tersebut. Nama-nama seperti Roy Keane dan Nicolas Anelka pernah merasakannya.

Terlepas dari hal apapun itu juga, mungkin ini adalah penyesalan terbesar Kalinic. Apalagi jika negaranya tersebut berhasil mengalahkan Perancis di laga Final nanti pada Minggu (15/07) nanti.